Langsung ke konten utama

pepeling mbah moen


10 kata pepeling mbah maemoen 

 1. Jika engkau bukanlah orang yang menguasai ilmu agama, maka ajarkanlah alif ba’ ta’ kepada anak-anakmu, setidaknya itu menjadi amal jariyah untukmu yang tak terputus pahalanya meskipun kau berada di alam kubur.


2. Jangan mudah berburuk sangka agar tidak gelap hati dan tidak sengsara.


3. Jangan mikir kelak jadi apa, yang penting belajar giat.


4. Janganlah sedih atas suatu musibah, kamu tidak mengetahui apa yang akan Allah berikan kepadamu sebagai gantinya.


5. Jika kau tak bisa berbuat baik sama sekali. Maka tahanlah tangan dan lisanmu dari menyakiti. Setidaknya itu menjadi sedekah untuk dirimu.


6. Termasuk orang yang bagus yaitu orang yang tidak bisa mengaji tetapi suka berkumpul dengan orang yang bisa mengaji.


7. Kamu kalau jadi guru, dosen atau jadi kyai kamu harus tetap punya usaha sampingan agar hati kamu tidak selalu mengharap pemberian ataupun bayaran orang lain.


8. Jika kau tidak bisa berbuat baik, maka tahanlah lisan dan tanganmu dari menyakiti. Setidaknya itu menjadi sedekah untukmu.


9. Salah satu faedah berhubungan dengan masyarakat adalah adanya uji coba terhadap diri pribadi. Hal itu untuk menguji coba hati, akhlak dan sifat-sifat batin yang tidak mungkin terjadi saat sendirian.


10. Jika kemarin kamu berbuat kesalahan, maka hari ini hapuskanlah dengan berbuat kebaikan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

RAHASIA KECERDASAN DIBALIK SEORANG PEROKOK

RAHASIA KECERDASAN DIBALIK SEORANG PEROKOK Pada suatu hari seorang wanita aktivis anti tembakau sowan ke ndalem Kiai. Bermaksud meminta fatwa tentang bahaya rokok.“Iya, rokok memang berbahaya. Saya setuju sekali sama sampeyan, Mbak,” kata Kiai mantap. Wajah aktivis LSM anti tembakau yang bertamu siang itu pun langsung berbinar. “Begini...” lanjut beliau. “Merokok itu nggak bisa dilakukan sambil terburu-buru. Anda bisa makan, minum, mandi, bepergian, bahkan bekerja dengan cepat dan tergesa. Tapi tidak untuk merokok. Merokok mesti dilakukan seperti... hmmm... gerakan-gerakan shalat. Harus tuma’ninah istilahnya, Mbak. Sedot, tenang, pengendapan sesaat... baru nyebul. Isep lagi, tenang dan pengendapan lagi...sebul lagi. Begitu terus-menerus. Lihat, ngudud sama sekali bukan aktivitas yang cocok untuk orang yang gegabah dan grusa-grusu…” “Lho, maaf, katanya bahaya, yai? Kok malah nggak bahas bahayanya?” Si aktivis tampak tidak sabar. “Sebentar..,” sambil tersenyum bijak sang Kiai mem...

PITUTUR JOWO

PITUTUR JOWO TAHUN 2015 " Dunyo iki wis tuwo, wis tuwo tur keronto-ronto " Akeh putro wani karo wong tuwo, Akeh joko dadi dudo, Akeh dudo ngaku joko, Akeh prawan nglairke putro tanpo bopo, Akeh omah ibadah ra tau disobo, Sing disobo malah omahe tonggo, Diajak ibadah mesti semoyo, Jare sambat boyoke loro. Elingo yen sak wayah-wayah dipundut Sing Kuwoso, Ora enom ora tuwo. Malaikat podo ngincer sing leno. Mulo jo lali ibadah madhep Sing Kuwoso. Yen mati ben mlebu surgo, Yen mlebu surgo jo lali Hp-ne digowo, Ben iso ngabari lan BBM-an karo konco-konco, Yen mlebu neroko Hp-ne ra usah digowo, amergo sinyale ra ono, Urip iku mung sedelo. Mulo konco, tulung pitutur iki disebarno marang konco, Sing meneng berarti rumongso, Sing mesem lan ngguyu berarti kulino, Sing manyun berarti ra'iso boso jowo ..... !!!

16 quote Gus Mus

16 QUOTE GUS MUS   KH. Ahmad Mustofa Bisri atau lebih sering dipanggil dengan Gus Mus adalah pengasuh Pondok Pesantren Raudlatuh Tholibin, Leteh, Rembang. Selain sebagai sosok kyai, beliau juga merupakan tokoh budayawan yang giat menulis. Berikut beberapa nasihat-nasihat ringan yang sarat akan makna dari Gus Mus :  1. Kebenaran kita berkemungkinan salah, kesalahan orang lain berkemungkinan benar. Hanya kebenaran Tuhan yang benar-benar benar.  2. Kalau Anda boleh meyakini pendapat Anda, mengapa orang lain tidak boleh.  3. Jangan banyak mencari banyak, carilah berkah. Banyak bisa didapat dengan hanya meminta. Tapi memberi akan mendatangkan banyak dan berkah.  4. Tidak ada alasan untuk tak bersedekah kepada sesama. Karena sedekah tidak harus berupa harta. Bisa berupa ilmu, tenaga, bahkan senyum.  5. Apa yang kita makan, habis. Apa yang kita simpan, belum tentu kita nikmati. Apa yang kita infakkan justru menjadi rizki yang pal...